Peduli Lingkungan, Tim KKN IAIN Kudus Tanam Mangrove

Blog Single

Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Desa Wedung Kabupaten Demak telah berhasil melaksanakan Program Peduli lingkungan melalui kegiatan “Penanaman Pohon Bakau (Mangrove)” tepatnya di sekitar Taman Wisata Alam GoTik (Gojoyo Cantik) (8/09/2021).

Aniq selaku Kordes KKN-IK Desa Wedung menyampaikan tujuan dari kegiatan penanaman pohon bakau ini salah satunya yaitu mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi risiko terjadinya abrasi. Pohon bakau ini merupakan salah satu jenis tumbuhan pemilik  akar kokoh yang dapat meredam gelombang besar dari air laut yang diharapkan nantinya daerah sekitar dapat terhindar dari bencana alam. Keberadaan pohon mangrove ini juga berfungsi sebagai tempat hidup biota laut dan satwa-satwa sekitar sehingga ekosistem laut akan tetap terjaga.

“Karena di daerah Gojoyo ini masih ada yang terkena abrasi, maka kami berinisiatif untuk menanam mangrove guna mencegah terjadinya hal tersebut. Selain itu dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu memelihara ekosistem air, di lain sisi kegiatan ini juga membuat keindahan taman wisata alam ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aniq menuturkan kegiatan penanaman mangrove ini telah dikoordinasikan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Acara yang diikuti oleh 17 mahasiswa KKN-IK Desa Wedung dan didampingi langsung oleh Dany Miftah M. Nur, M. Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. 

Dany menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Tim KKN-IK Desa Wedung Kabupaten Demak dengan ikut serta dalam penanaman tanaman bakau (Mangrove) di kawasan pesisir. Penanaman ini baik sebagai benteng pertahanan terhadap mitigasi resiko bencana, mencegah Pemanasan global (global warming), mempengaruhi iklim dan cuaca, menjaga kualitas air dan udara dan sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan Rintisan Desa Wisata serta ekonomi UMKM baik BUMDes maupun Melakukan pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. 

“Kampus IAIN Kudus sebagai kampus moderasi serta dengan islam terapan terpanggil untuk bersinergis “balik ndeso mbangun deso” dengan totalitas tanpa batas mengabdi untuk negeri. Saya tahu ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusian, voltaire. Seperti yang disampaikan  John F. Kennedy “jangan tanya apa yang dilakukan oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang kamu bisa lakukan untuk negara". khoirunnas anfa’uhum linnas” katanya.

Sementara itu Ketua RT 04 RW 12 Dusun Gojoyo  Ulul Arham menyampaikan bahwa anak-anak dusun sekitar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Ulul menjelaskan bahwa cara menanam mangrove ini cukup sederhana dengan menancapkan akar dari bibit mangrove pada tanah. Untuk menjaga pohon agar tetap kokoh dibutuhkan bambu dan tali sebagai penyangga.

“Tanaman mangrove merupakan tanaman yang cukup lama dalam pertumbuhannya, makanya perlu bersabar untuk menunggu pohon ini tumbuh” pungkasnya.

 Penulis : Tim Jurnalistik KKN-IK Desa Wedung 2021

Editor : Yusi

Share this Post:

Related Posts: