Patuhi Protokol Kesehatan, IAIN Kudus Gelar SKB CPNS Secara Online

Blog Single

Sebagai wujud adaptasi dalam situasi pandemi covid 19 dan meminimalisir adanya pergerakan peserta keluar kota. Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS  di lingkungan Kementrerian Agama 2019 digelar secara online selama 8 hari mulai Senin (14/09/2020).

Penyelenggaraan SKB CPNS di IAIN Kudus terbagi menjadi dua konsentrasi kegiatan, yaitu sebagai panitia titik lokasi dimana IAIN Kudus memfasilitasi 45 peserta yang memilih titik lokasi di kab. Kudus yang akan ujian di formasi tujuan masing-masing

Dan kegiatan selanjutnya yaitu menguji calon peserta yang memilih formasi di IAIN Kudus.  Diikuti 103 peserta yang tersebar di 31 titik lokasi untuk mengisi  39 formasi yang tersedia dari 34 formasi dosen dan 5 formasi tenaga kependidikan dengan rincian 4  jabatan fungsional tertentu (JFT) dan 1 jabatan pelaksana.

Adapun materi SKB terdiri dari Praktik kerja dan wawancara yang dilaksanakan melalui zoom meeting dan  Psikotes melalui Computer Assisted Test (CAT) yang dilaksanakan di titik lokasi yang dipilih.

Dr. H. Karsa Sukarsa, Kepala Biro AUAK IAIN Kudus selaku Ketua Tim Pelaksana SKB menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan kebijakan tetap melaksanakan tahapan Penerimaan CPNS  walaupun ditengah pandemic covid 19 yang belum dapat dikendalikan. Tahapan SKB ini merupakan momen yang terpenting.

“Momen ini  sangat penting bagi anak bangsa khususnya calon PNS yang mengambil formasi di IAIN Kudus untuk membuktikan diri bahwa peserta mempunyai kompetensi yang layak untuk diterima menjadi PNS” terangnya.

Banyaknya peminat CPNS membuktikan bahwa memilih karir sebagai PNS sangatlah bergengsi.

“Peluang karir sangat terbuka untuk mencapai puncak karir, dengan jaminan tingkat kesejahteraan yang memadai” pungkasnya.

Salah satu peserta SKB CPNS,  Ulfah  Mei Lida mengaku bahwa ini ketiga kalinya mengikuti tes CPNS. Menurutnya meskipun teknis yang dijalani ribet, demi mematuhi protokol kesehatan jadi harus dilalui.

“Peserta tidak bisa bertatap muka dengan penguji langsung  hanya secara daring,  dan dengan waktu yang singkat sehingga sangat terbatas untuk unjuk diri, untuk promosi diri” jelasnya.

 Peserta yang memilih formasi dosen bahasa Indonesia di IAIN kudus ini berharap hasil yang diperoleh memuaskan, meskipun dokumen dan file yang disiapkan tidak sempat ditunjukan hanya mampu berdiskusi tentang materi yang ditanyakan. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Related Posts: