Jelang Tes UM-PTKIN, IAIN Kudus Adakan Pembekalan Pengawas

Blog Single

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN ) tahun ini dilakukan secara daring. Hal ini dikarenakan tingginya angka penyebaran covid-19 di Indonesia, sehingga panitia pusat memutuskan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru melalui daring.

Untuk menyukseskan pelaksanaan ujian online terbesar dan pertama kalinya yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi, panitia lokal  IAIN Kudus menyelenggarakan pembekalan calon pengawas di Aula Utama Rektorat Lt. lll,  pada Kamis (30/07/2020).

Wakil Rektor I sekaligus ketua panitia lokal UM-PTKIN IAIN Kudus Dr. H. Supa’at, M.Pd dalam arahannya menyampaikan bahwa pengawas yang bertugas harus berkomitmen, serius dan tidak boleh main-main dalam menjalankan tugas yang sudah diamanati oleh negara.

“Tidak boleh ada kesalahan dalam pengawasan besok, karena ujian ini menyangkut nasib orang.” katanya.

Selain itu demi kelancaran pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) pada 3- 6 Agustus 2020, telah dilaksanakan uji coba yang berlangsung selama 4 hari pada 23-26 Juli 2020  dan dilanjutkan ujian ujicoba ulang pada tanggal 27-29 Juli 2020 dikarenakan ada pembaharuan sistem.

Supa’at menegaskan agar para pengawas diminta mempelajari pedoman SSE UMPTKIN 2020 dan saat pelaksanaan harus datang tepat waktu.

“Hanya dengan keseriusan kita, semangat kita,dan integritas kita SEE akan berjalan dengan baik.  Mohon  jaga nama PTKIN, nama IAIN Kudus, dan jaga reputasi UMPTKIN sebagai  gerbang menuju masa depan melalui pintu PTKIN” pintanya.

Kepala Tipd sekaligus koordinator SSE IAIN Kudus, Slamet Siswanto, M.Kom  menyampain bahwa peserta UM PTKIN tahun 2020 yang terdaftar sebanyak 132.929 peserta.  Tercatat 2.860 peserta yang diawasi oleh panitia lokal IAIN Kudus yang terbagi ke dalam 12 sesi ujian dan tiap sesi terdiri oleh 12 ruang ujian . Sehingga dalam sehari sekitar 720 peserta mengikuti ujian dari rumah.

Tak hanya peserta ujian yang diawasi, agar pelaksanaan serius, pengawas ujian pun akan diawasi oleh panitia pusat  yang terhubung melalui zoom meeting.

 “Mari kita sukseskan pelaksanaan ujian UMPTKIN. Keberhasilan kita adalah keberhasilan Kementrian Agama. Perlu diketahui Ini merupakan ujian online pertama di Indonesia, jika ujian ini berhasil maka kementrian agama berhasil menjadi contoh pelaksanaan ujian online”ungkapnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

 

 

Share this Post:

Related Posts: