Komisi VIII Setuju IAIN Kudus Bertransformasi Menjadi UIN

Blog Single

Peninjauan lapangan ke IAIN Kudus terkait dengan rencana perluasan kampus menjadi salah satu agenda  Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI Ke Provinsi Jawa Tengah Masa Reses IV Tahun Sidang 2019-2020 pada Selasa (21/07/2020).

Kehadiran rombongan Komisi VIII DPR RI ke IAIN Kudus disambut langsung oleh Rektor IAIN Kudus, didampingi para Wakil Rektor, dan Kepala Biro AUAK IAIN Kudus. Dalam acara tersebut juga dihadiri  Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI yang diwakili oleh Kasubdit Sarana dan Prasarana.  

Bertempat di Aula Perpusatrakaan IAIN Kudus lt VI,  Rektor IAIN Kudus, Dr. H. Mundakir, M.Ag menyampaikan paparan terkait  rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM/ Renstra) dalam konteks kebutuhan lahan.

“Kebutuhan lahan ini menjadi persayaratan untuk bertransformasi menjadi UIN, selian itu  untuk penambahan gedung kuliah dalam rangka pembukaan program studi baru, melengkapi sarana kemahasiswaan dan pembangunan business center menuju BLU” ujarnya.

Mundakir juga mengungkapkan potensi serta kendala yang dialami di IAIN Kudus. Menurutnya, IAIN Kudus dari segi mahasiswa  sudah cukup siap untuk transformasi menjadi UIN. Penerimaan mahasiswa sangat besar dengan rasio 1:7 (peminat 23.000 orang, yang diterima hanya 3.100 orang) pertahun. Namun demikian, kebutuhan lahan yang seluas 20 hektare masih belum ada, dimana lahan yang dimiliki IAIN Kudus saat ini hanya 7,6 hektare saja.

“Dari kebutuhan lahan itu anggaran PNBP IAIN Kudus tidak memungkinkan untuk pembelian lahan dengan jumlah segitu, jadi memerlukan dukungan pendanaan dari pemerintahan pusat atau sumber lain” jelasnya.

Sementara itu, ketua rombongan Komisi VIII DRP RI dari fraksi Gerindra  Dapil Jawa Tengah II Abdul Wachid mengapresiasi perkembangan IAIN Kudus dan  mengungkapkan bawasannya IAIN Kudus sejatinya memiliki potensi besar, khususnya di kawasan Pantura Timur.

“Melihat kemajuan IAIN Kudus ini sangat luar biasa. Kami berharap  IAIN Kudus akan berkembang baik, kami akan berjuang untuk IAIN Kudus, untuk kami perjuangkan menjadi UIN yang ada di pantura. Karena sangat dibutuhkan dari 7 kabupaten  yang ada di Pantura” harapnya. 

Menambahkan hal tersebut Ali Taher menyampaikan bahwa transformasi menjadi uni merupakan sebuah kebutuhan lembaga

“Jadi ambisi kita mempercepat transformasi itu bukan sebuah kehendak politik, tapi sebuh kehendak kebutuhan lembaga, menjawab nama besar, kudus. Menjadi sebuah transformasi peradaban. Tidak ada peradaban tanpa sekolah, tidak ada peradaban tanpa madrasah, Tidak ada peradaban tanpa masjid” ungkapnya (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: