Go Internasional, 115 Barista Semarakkan Festival Kopi Muria

Blog Single

Mengenalkan cita rasa khas kopi Muria ke masyarakat luas, menjadi tanggung jawab bersama bagi masyarakat dan pemerintahan desa Kajar Kec. Dawe Kudus. Melalui kegiatan Festival Kopi Muria Kompetisi Barista, sebanyak 115 barista menunjukkan kemampuannya dalam kompetisi yang di gelar di Pijar Park, Sabtu (16/10/2021).

Hadir dalam kegiatan, Dr. HM. Hartopo, ST. MM.MH. (Bupati Kudus), Setiyo Irawan (Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disdikpora Provinsi Jawa Tengah), Mutrikah (Plt. Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kudus), Hadiyanto perwakilan DPRD Komisi B, Prof. Dr. H. Supa’at (Wakil Rektor I IAIN Kudus, Camat Dawe, Para Kepala Desa di Kec. Dawe, tokoh masyarakat di desa Kajar, barista dan para pecinta kopi.

Hartopo menyampaikan bahwa  adanya festival barista ini dapat memperkuat persaudaraan antar barista, serta sebagai ajang studi banding untuk memperoleh yang terbaik yang akan dikembangkan bersama. 

“Saya sangat mengapresiasi sekali dengan para barista yang sangat antusias dengan adanya kreativitas dan inovasi terkait masalah dalam penyeduhan kopi, jadi ini sangat luar biasa,” jelas beliau.

Barista tidak pernah memikirkan untung rugi, yang terpenting berpikir ini adalah karya dan inisiatif yang bisa menjadi investasi di jangka panjang. Lanjut beliau, manfaat yang bisa diambil untuk generasi yang akan datang bagi masyarakat desa Kajar kedepannya.

Lanjut beliau, tidak lupa dukungan edukasi yang diberikan oleh IAIN Kudus juga menjadi dukungan dan support  teman-teman di dalam festival kopi muria ini. IAIN Kudus selalu mendukung untuk  melakukan hal-hal baik bagi masyarakat di wilayah kabupaten Kudus.

Desa kajar sebagai desa binaan di LPPM IAIN Kudus, pemkab sangat mengapresiasi. Ini tentunya akan terus intens untuk bisa mengedukasi desa-desa lainnya. Perannya sangat penting untuk mengembangkan pelaku usaha di desa-desa wisata khususnya di wilayah dawe ini.

“Di Dawe ini, kopi lereng Muria sudah terkenal sejak zaman penjajahan sampai saat ini,” terang beliau. 

Di Kudus sendiri, penyebaran barita cukup bagus sehingga bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda dalam menyajikan kopi. Dalam hal ini, barista atau pelaku usaha kopi yang ada di Kecamatan Dawe khususnya bisa mengembangkan inovasi dari hasil biji kopi di wilayah Muria yang berkualitas.

Selaku penanggung jawab kegiatan, Bambang Totok S Kepala desa Kajar mendorong kegiatan pengenal kopi Muria. Kegiatan festival ini sangat berdampak baik bagi identitas desa Kajar sebagai penghasil biji kopi di Muria.

“Kita harus mengenalkan kopi lereng Muria ini untuk sampai ke kancah nasional maupun sampai internasional,” jelasnya.

Menurutnya dibuatnya festival ini untuk mengumpulkan para barista dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Harapannya setelah festival selesai, mampu mengenalkan hasil biji kopi di lereng muria, agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kajar khususnya dan bagi masyarakat di lereng Muria pada umumnya.

“Pemerintah desa ingin biji kopi ini, dipilah dengan kualitas yang baik,”terang beliau.

Lanjutnya, agar kopi bisa dinikmati dan dijadikan oleh-oleh untuk para wisatawan dan khususnya para peziarah Mbah Sunan Muria yang dari berbagai penjuru daerah. Kegiatan festival kopi Muria salah satunya sebagai kegiatan bimbingan untuk para petani kopi Muria untuk menciptakan kopi yang berkualitas. Sehingga bisa memunculkan semangat untuk menghasilkan biji kopi yang terbaik.

Dalam kesempatan itu Manajemen Pijar Park menyampaikan penghargaan kepada  LPPM IAIN Kudus yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Festival Kopi Muria.

Yusuf Direktur Pijar Park menjelaskan, kegiatan ini dibagi menjadi tiga bagian kompetisi yaitu Cup Tester, Letter Art dan Manual Brewing.

“Keseluruhan berjumlah 115 barista yang ikut berkompetisi. Mereka hadir  dari berbagai daerah di Pulau Jawa” jelasnya.

Semua barista yang hadir dari berbagai coffee shop yang mereka branding sendiri. Lanjutnya, dari berbekal pengalaman selama menjadi barista, mereka menunjukkan kompetensi di dalam penyajian kopi.

“Biji kopi yang digunakan dalam festival ini, tentunya menggunakan biji asli dari Muria, tujuan dari panitia penyelenggara untuk mempopulerkan nama kopi Muria agar sampai ke kancah nasional, bahkan internasional" pungkasnya.

(Salam/Yusi)

Share this Post:

Related Posts: