Festival Kopi Muria Tingkatkan Perekonomian Desa Kajar

Blog Single

Desa Kajar Kab. Kudus yang terkenal akan produksi kopinya mencoba untuk mempopulerkan produk lokal. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Wana Wisata Pijar Park Yusuf Deryoso.

Yusuf menuturkan pelaksanaan Festival Kopi Muria yang dilaksanakan di Wana Wisata Pijar Park pada 16-17 Oktober 2021 ini bertujuan mengangkat produk kopi Muria agar bisa mendunia dan lebih terkenal. 

“Yang utama adalah gara petani kopi Muria itu, bisa mengeluarkan kopi/barangnya berupa produk bukan barang mentah, bukan kopi dari hutan atau kebun yang dijual  ke tengkulak atau ke daerah lain dan diakui oleh daerah lain. Intinya ingin untuk menambah nilai ekonomis” jelasnya.

Dalam festival tersebut diselenggarakan pula kompetisi barista yang  akan menghadirkan Qiqie Biannt sebagai Juri Tamu Queen of Late Art Jogja, Gabriella Fernanda sebagai Juri Artis dan 5 juri umum diantaranya Octavianus Boli, A.Md (Q Processing(Professional)-Java Legend), Bimo Sakti Bagus, T. ST (Q Processing (Generalist)- Java Legend), Nanda Dika Arsena (Q Arabica Grader-Java Legend), Naufal Islah (Barista Profesional-Java Legend), Doni (Professional Kopi-Kopi Thong).

Sebagai penggiat dan pengelola wisata di  Desa Kajar Yusuf menyampaikan apresiasi atas support penuh dari LPPM IAIN Kudus dalam acara Festival Kopi Muria serta kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya.

“Kami merasa terbantu dengan program-program dari IAIN Kudus, yang membantu turun ke lokasi, tentang kreativitas, dan supportnya. Sehingga terjadi komunikasi yang baik dengan IAIN Kudus.

Yusuf menuturkan tak hanya tentang kopinya saja, adanya Festival Kopi Muria mempresentasikan ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal. 

“Yang paling utama supaya lokasi pijar park bisa menjadi primadona di kudus. Bisa menjadi destinasi wisata, Di Kudus selain wisata religi juga bisa mampir ke wisata alamnya yaitu di Wana Wisata Pijar Park. Pijar Park sendiri merupakan lokasi wisata yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dari mulai pengelola, pedagang  , semuanya berasal dari warga setempat” jelasnya. 

Sementara itu Mohammad Dzofir, Ketua LPPM IAIN Kudus menyampaikan bahwa sebagai wujud komitmen Tri Dharma Perguruan tinggi,  LPPM IAIN Kudus akan terus mengembangkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya adalah desa binaan. (Yusi)

Share this Post:

Related Posts: