Sosialisasikan Protokol Kesehatan saat Ibadah Idul Adha, IAIN Kudus Gandeng Mahasiswa

Blog Single

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Menteri  Agama dan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, IAIN Kudus melalui Satgas Covid-19 dan LPPM menggandeng mahasiswa untuk mensosialisasikan dan memberikan edukasi tentang penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah Idul Adha 1442 H mulai dari penyelenggaraan takbiran, shalat idul adha, dan pelaksanaan qurban di lingkungan masing-masing.

Terdaftar sebanyak 103 mahasiswa yang antusias berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka merupakan mahasiswa aktif IAIN Kudus yang berasal dari berbagai wilayah kota/kabupaten. Mayoritas mahasiswa berasal dari   Kudus, Pati, dan Jepara.

“Volunter yang bertugas nanti bukan menjadi bagian dari kepanitiaan atau pelaksana di masjid atau mushola manapun, tapi kita mencoba melakukan pemantauan, memberikan edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Dengan penyampaian yang santun mengajak kepada masyarakat untuk bertindak sesuai dengan protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan, tidak berkerumunan dan sebagainya sesuai dengan surat edaran Menteri Agama nomor 17 tahun 2021” Kata Wakil Rektor III Dr. H. Ihsan, M.Ag. saat memberikan pengarahan dalam acara Pembekalan Volunter Qurban Tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual pada Minggu (18/07/2021).

Ihsan juga menyampaikan sebagai bentuk dakwah bil hal para volunter dapat membantu memfasilitasi  penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan menyediakan masker dan memberikan hand sanitizer bagi yang membutuhkan dan jika memungkinkan ketersediaannya.

lebih lanjut Ihsan menerangkan hal prinsip yang perlu dipahami oleh masyarakat dan dipedomani oleh mahasiswa dalam kegiatan volunter sosialisasi dan edukasi ini sebagai bakti mahasiswa adalah volunter yang sekaligus sebagai warga di lingkungannya sendiri, menyapa lingkungan, mengajak warga dan menghimbau agar dalam kegiatan takbiran, sholat ied dan penyembelihan hewan qurban di lingkungannya sesuai surat edaran menteri agama dan prokes yang telah ditetapkan. 

"Mengajak dan mengingatkan warga untuk tidak abai dan tetap memperhatikan 5 M. agar tetap kondusif dan terjaga dari penyebaran virus yang masih sangat mengkhawatirkan akibat peluang terjadinya kerumunan" jelasnya.

Volunter bertugas di wilayah sekitarnya sendiri dan lebih memanfaatkan potensi interaksi dan komunikasi sebagai warga dan memberikan edukasi secara mandiri dalam lingkungannya sendiri. Mereke, sebagai warga lingkungan mengajak warga sekitar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.

Kegiatan Ini adalah upaya awal dengan momentum idul adha dan diharapkan tenaga volunter mahasiswa dan seluruh civitas kampus bergerak bersama, melakukan sosialisasi dan edukasi tanpa henti, agar wabah korona segera berakhir.

Untuk kelancaran kegiatan sosialisasi dan edukasi ini pihak kampus telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Sehingga mahasiswa tidak perlu mengkhawatirkan tentang perizinan. Untuk legalitas para volunter, Ihsan menerangkan telah memberikan surat rekomendasi dan menyiapkan id card dalam bentuk elektronik. Sebelumnya setiap relawan (volunteer) diminta mengisi form dan secara otomatis akan menerima id card melalui e-mail yang didaftarkan.

Senada dengan Wakil Rektor III sebagai satgas Covid-19, Kepala LPPM Muhammad Dzofir mengiyakan ihwal pelaksanaan sosialisasi dan edukasi bukan secara verbalistik. Akan tetapi pelaksanaan secara bijak dengan memberikan masker dan hand sanitizer.

“Seperti yang disampaikan Bapak WR III kita bukan melakukan sosialisasi maupun edukasi secara verbalistik. Verbalistik itu datang ke mushola ke panitia kemudian woro-wowo ini lho protokol kesehatan, tidak. Tetapi kita laksanakan secara bijak seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Ihsan. Lebih kepada protokol kesehatan pakai masker, pakai hand sanitizer,” kata Dzofir.

Lebih lanjut, Dzofir juga mengatakan surat rekomendasi untuk tim volunteer akan dibagi per kabupaten. Terdapat 6 tim yang tersebar dari 6 Kabupaten, diantaranya Blora,  Demak, Grobogan, Jepara, Kudus, dan Pati. (Fjr/Yusi)

 

 

Share this Post:

Related Posts: