Dosen dan Tendik IAIN Kudus Terima Vaksinasi Covid 19

Blog Single

Dalam rangka memutus rantai penyebaran infeksi virus Corona dan menekan angka kasus COVID-19 yang masih terus meningkat,  Pemerintah Kabupaten Kudus bekerja sama dengan IAIN Kudus menyelenggarakan Program Vaksinasi Covid-19. Bertempat  di Unit Kesehatan IAIN Kudus, pemberian vaksin ini ditujukan kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) IAIN Kudus. Kegiatan vaksinasi ini dilakukan pada Selasa dan Kamis, 18 dan 20 Mei 2021.

Sesuai pendataan menargetkan 504 penerima vaksinasi, pada hari pertama telah dilaksanakan vaksinasi untuk 282 orang, direncanakan pada hari kedua akan dilaksanakan vaksinasi untuk 222 orang. 

Sebelum menerima Vaksinasi peserta menjalani  screening atau pengecekan kondisi tubuh sehingga vaksinasi diberikan hanya kepada peserta dengan kondisi sehat. Bagi peserta yang pernah terpapar Covid-19, tidak diperbolehkan  divaksinasi kecuali sudah melewati waktu tiga bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19. Peserta akan ditunda menerima vaksin apabila mengidap penyakit autoimun seperti asma, lupus; sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah/transfusi; sedang mendapat pengobatan immunosuppressant seperti kortikosteroid dan kemoterapi; dan  memiliki penyakit jantung berat dalam keadaan sesak. Untuk memastikan tidak adanya reaksi yang timbul pasca vaksinasi, dilakukan proses observasi selama 15 menit.

Pasca melaksanakan vaksinasi Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M. Ag. menyampaikan bahwa vaksin ini merupakan bagian dari penerapan ilmu islam terapan. menurutnya usaha secara nyata dalam bentuk vaksin merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya  transendensi kepada Allah.

“Berdoa saja tidak cukup, vaksin saja tidak cukup, maka harus ada vaksin dan sekaligus berdoa, itu dua usaha yang diintegrasikan menjadi 1 wujud kegiatan yaitu dalam dunia kampus di IAIN Kudus disebut islam terapan” jelasnya.

Mudzakir menambahkan bahwa pasrah saja tidak cukup, usaha lahiriah juga tidak cukup, harus ada penggabungan dari keduanya.

Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Supaat, M.Pd mengapresiasi kehadiran dosen dan tendik dalam program vaksinasi ini, menurutnya ini menjadi kebutuhan bersama dalam bahwa hal ini menjadi salah satu persyaratan untuk mempersiapkan proses pembelajaran pada semester yang akan datang, bahwa seluruh tendik dan dosen sudah mendapatkan vaksinasi.

"Vaksin dan covid merupakan tantangan bersama yang perlu kita hadapi, tidak perlu takut, tapi kita perlu waspada, tidak perlu menjauhkan diri, tapi kita harus proaktif  agar covid 19 bisa kita hadapi" katanya. 

Salah satu dosen yang menerima vaksin Faricha Andriani, M.Psi menyampaikan bahwa mengikuti program ini sekaligus menyukseskan program pemerintah dalam rangka pemutusan  penyebaran covid 19.

"Semoga dengan mengikuti program ini dapat meningkatkan kualitas diri, semakin sehat, dan  memulihkan kondisi negara Indonesia, khususnya di wilayah Kudus dan sekitarnya. (Yusi)

Share this Post:

Related Posts: