IAIN Kudus Siapkan Pengelola Barjas Profesional

Blog Single

Dalam rangka menciptakan SDM dalam bidang pengelolaan pengadaan barang dan jasa yang profesional, IAIN Kudus bekerjasama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan dan Diklat Kemenag RI menggelar  Pelatihan Teknis Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Aula Utama lantai 3 Rektorat pada Kamis (8/04/2021).

Acara yang diselenggarakan selama 9 hari (8-16/2021) kedepan ini diikuti oleh 30 Aparatur Sipil  Negara (ASN) di lingkungan IAIN Kudus.

Dalam sambutannya Rektor IAIN Kudus menghimbau kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini, dan meminta seluruh peserta berhasil lulus dalam ujian serifikasi pengelola pengadaan barang dan jasa.

“Secara legal para pengelola harus memiliki sertifikasi, tapi yang terpenting harus memiliki kompetensinya” katanya.

Mudzakir berharap bahwa dengan mengikuti ini para pengelola pengadaan barang dan jasa  mampu mengelola secara profesional dan sesuai dengan  regulasi yang telah ditentukan. Sehingga proses pengadaan barang/jasa pemerintah di IAIN Kudus  berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sependapat dengan hal tersebut Adi Mardinata, S.E. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi pegawai yang terlatih dan tersertifikasi  sebagai ahli pengadaan barang/jasa pemerintah dari LKPP.

“Selama diklat berlangsung peserta akan menerima materi dari ahlinya di bidang pengadan barang dan Jasa, Mudjisantoso  dari LKPP dan   Amik Tri Istiami yang merupakan Widyaiswara Pusdiklat Tenaga Administrasi” ujarnya.

Adapun materi yang akan diterima oleh para peserta diantaranya, yaitu 

  1. Ketentuan Umum, Tujuan, Kebijakan, Prinsip, dan Etika PBJ;
  2. Pelaku PBJ, PBJ  Secara  Elektronik,  SDM  dan Kelembagaan, Pengawasan, Pengaduan, Sanksi, dan Pelayanan Hukum;
  3. Perencanaan Pengadaan, Pelaksanaan PBJ Melalui Penyedia dan Swakelola;
  4. Pelaksanaan PBJ secara khusus. 

Elok Amalia Widyaningrum, S.M. selaku peserta merasa beruntung mengikuti diklat ini,  sebagai seorang CPNS calon perencanaan ahli pertama dirinya bisa memperoleh kompetensi tambahan di bidang barang dan jasa.

“Saya harap kompetensi ini dapat saya implementasikan dalam pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan dan berdaya guna tinggi untuk kampus IAIN Kudus” ujarnya. (Yusi)

Share this Post:

Related Posts: