Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran IAIN Kudus Mengalami Peningkatan

Blog Single

Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran IAIN Kudus pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami peningkatan. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kudus, Wawan Hermawan, SE, MM. dalam FGD Sosialisasi Kebijakan Anggaran dan Pengelolaan Keuangan yang diselenggarakan IAIN Kudus di Ruang Aula Utama Lantai 3 Gedung Rektorat (Rabu/ 07/04/2021).

Acara yang menghadirkan seluruh pejabat dan para pengelola keuangan di lingkungan IAIN Kudus baik di tingkat institut, fakultas, lembaga, sampai unit ini menghadirkan Kepala KPPN dan Pejabat Fungsional KPPN Kudus sebagai narasumber.

Turut hadir membuka acara mewakili Rektor IAIN Kudus, Kepala Biro AUAK Dr. H. Karsa Sukarsa, M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa IAIN Kudus perlu pendampingan dari KPPN Kudus, terutama dalam hal pencairan anggaran. Penting juga bagi IAIN Kudus untuk melakukan koordinasi dengan KPPN untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam menyusun dokumen pencairan.

“Agar Nilai IKPA kita bisa tetap meningkat, kita harus perhatikan agar pencairan anggaran pada setiap unit dapat sesuai dengan Rencana Penarikan Dana (RPD)” terangnya.

Karsa menambahkan bahwa tujuan pelaksanaan FGD ini untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada pejabat maupun pelaksana pengelola keuangan tentang pengelolaan keuangan khususnya pada IKPA di lingkungan IAIN Kudus, selain untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai IKPA serta supaya dapat melakukan percepatan penyerapan anggaran agar dapat mencapai target.

Sependapat dengan yang disampaikan Kepala Biro AUAK, Kepala KPPN Kudus meminta perlu dorongan lebih dari pimpinan IAIN Kudus agar penyerapan anggaran dapat mencapai target. Perlu diketahui nilai IKPA pada tahun 2020 adalah 95,57. Sedangkan nilai Nilai IKPA untuk Triwulan I 2021 sebesar 97,01. 

“Nilainya sudah cukup besar namun kita masih harus melewati Triwulan II, III, IV dalam pelaksanaan anggaran pada setiap tahunnya. Realisasi anggaran per triwulan I juga baru mencapai 13,15% yang masih di bawah target realisasi sebesar 15%” jelas Wawan.(Yusi)

Share this Post:

Related Posts: