IAIN Kudus Work From Home

Blog Single

Jumlah pasien positif corona dan mengidap Covid-19 yang semakin bertambah menjadikan bahan acuan meningkatkan kewaspadaan akan penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19). Dilansir dari situs covid19.go.id  per tanggal 24 Maret 2020 jumlah pasien yang dinyatakan positif sebanyak 686 orang, pasien yang sembuh sebanyak 30 orang, dan yang meninggal sebanyak 55 orang.

Menanggapi hal ini dalam rangka bersinergi untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-l9) yang semakin meluas serta upaya memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Kudus. Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir, M.Ag mengeluarkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 tetang perubahan surat edaran nomor 8 Tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil negara dalam upaya pencegahan penyebaran corona virus disease (Covid-19) di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Kudus.

“Semula seluruh pimpinan dan pejabat struktural wajib berangkat serta untuk tendik yang tidak menjabat kita lakukan penjadwalan kerja. Namun melihat situasi seperti ini, perlu sekali kita bersinergi dengan pemerintah untuk menghambat penyebaran corona sehingga mulai besok kita mewajibkan semuanya baik pimpinan, dosen dan tendik bekerja dari rumah” tegasnya.

Kebijakan ini dibuat berdasarkan  Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.4 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Nomor SE.3 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Penyebaran Corcna Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Kementerian Agama.

Namun dalam keadaan mendesak pimpinan atau dosen atau tenaga kependidikan dapat diberikan penugasan ke kantor dengan izin atau perintah dari atasan yang dibuktikan dengan surat tugas, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan.

Apabila dalam keadaan mendesak dan harus diadakan rapat atau pertemuan langsung, maka dalam pelaksanaan harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya Pertama, rapat atau pertemuan hanya diikuti pejabat atau staf yang terkait/diperlukan. Kedua, dilakukan dalam waktu yang minimal diperlukan. Ketiga, menjaga jarak aman antar peserta rapat. Keempat, menyediakan dan menjaga ruang rapat atau pertemuan bersih dan memenuhi standar kesehatan.

Selain itu Mudzakir meminta meskipun melaksanakan tugas dari tempat tinggal masing - masing, dosen dan tendik harus tetap melaporkan bukti kinerja melalui Laporan Capaian Kinerja Harian (LCKH).

Pemberlakuan kebijakan ini diapresiasi oleh seluruh pegawai salah satunya Arba Zul Fikry staf bagian perencanaan, dari percakapan Whatsapp meyampaikan bahwa baik dirumah ataupun dikantor tidak berbeda karena pekerjaan sekarang sudah berbasis online semua.

“Selain itu Work From Home , dapat dijadikan momen untuk mengakrabkan diri dengan keluarga tanpa mengurangi produktivitas kinerja” pungkasnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Related Posts: