Rektor IAIN Kudus Lepas 2 Dosen Purnabakti

Blog Single

Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mundakir, M.Ag melepas 2 dosen  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki masa purnabakti yang terhitung sejak 1 Maret 2020. Acara pelepasan dan penyerahan SK tersebut disaksikan oleh Para Wakil Rektor serta jajaran pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan IAIN Kudus, acara tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat pada Rabu (11/03/2020).

Dalam sambutannya rektor menyampaikan ucapan terima kasih  atas jasa dharma dan baktinya selama menjadi dosen di IAIN kudus.

“Tentu sudah banyak kontribusi beliau berdua di kampus kita ini. Mudah-mudahan seluruh kontribusinya bisa menjadi amal jariyah karena sebagai guru tentu mengajarkan hal-hal yang terbaik dan diamalkan oleh seluruh anak didik yaitu akan menjadi jariyah bagi beliau” ucapnya.

Lanjutnya Mundakir juga melontarkan pantun sebagai ucapan perpisahan “Buah markisa  buah kecipir, Buah kecipir dimasak pagi. Kita berpisah di alam lahir, di alam batin tetap di hati” ujarnya.

Adapun dosen yang memasuki masa purnabakti adalah dosen Fakultas Tarbiyah sekaligus menjabat sebagai ketua senat IAIN Kudus Drs. Ahmad Fauzan, M.Ag dengan masa kerja  34 Tahun 11 bulan, dan dosen  Fakultas Tarbiyah Dr. Ahmad Choiron, M.Ag dengan masa kerja 30 tahun 11 bulan.

Dalam suana haru Choiron menyampaikan kesan dan pesannya selama mengabdi untuk menjalankan tridharma perguruan tinggi di kampus IAIN Kudus. Ucapan terima kasih dan permintaan maaf disampaikan kepada seluruh yang hadir di acara pelepasan tersebut. Tak lupa Choiron juga motivasi kepada para asn yang sedang menjalankan tugasnya.

“mari kita memiliki motivasi yang tinggi, untuk yang sedang menjalankan tugas harus kerjakan sesuai dengan konsekuensinya terutama dosen, harus taat pada aturan. Yang jelek pada saya jangan ditiru, jadilah dosen yang professional. Jangan melanggar aturan. Karena mahasiswa dari dosen yang profional dan tidak akan berbeda hasilnya” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama Fauzan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas amanat yang selama ini diberikan untuk belajar dan mengajar di kampus ini.

“Kami hanya berdoa semoga kebaikan semua yang memberikan tugas dan kepercayaan untuk bersama-sama membesarkan IAIN Kudus. Semoga iain kudus tidak hanya berhenti sebagai IAIN tapi bisa berjanjut ke UIN” pungkasnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Related Posts: