Perkuat Literasi Mahasiswa, Pascasarjana IAIN Kudus Gelar Meeting Professor

Blog Single

Pascasarjana IAIN Kudus menghadirkan Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman pada kegiatan Meeting Professor di Aula Lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Kudus Selasa kemarin (12/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Prof Mujiburrahman mengajak mahasiswa pascasarjana angkatan X 2019 membahas 'Agama, Media, dan Imajinasi, Pandangan Sufisme dan Ilmu Sosial Kontemporer'. Tema ini pernah diangkat rektor IAIN Antasari Banjarmasin ini saat pidato pengukuhan Guru Besar Sosiologi Agama pada 8 April 2015. Menariknya, tema ini ternyata relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Dia menyampaikan, dunia sekarang sudah sangat berubah. Kini informasi melimpah ruah, dalam dunia yang seolah makin mengecil bahkan seperti dunia yang dilipat dalam flash disc, tablet, ponsel pintar, laptop dan layar televisi. Generasi mesin tik sudah lewat, diganti generasi elektronik. Dunia bahkan menjadi datar karena hubungan antar manusiatidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu atau aturan protokol dan hirarki.

'Dunia semacam ini, tentu sangat sarat dengan imajinasi. Manusia hidup bukan lagi dalam komunitas-komunitas yang diimajinasi melainkan dalam kemajemukan dunia-dunia yang diimajinasi,' tuturnya.

Lanjutnya melalui internet, imajinasi mengembara di dunia maya. Pengembaraan itu berselancar di atas gulungan ombak yang melesat cepat, membawa keriangan sekaligus ancaman

Di zaman seperti ini, nasib agama di dunia semacam ini, banyak kajian yang dilakukan ilmuwan sosial terhadap fenomena ini. Salah satu kerangka yang dipakai untuk melihat posisi media adalah teori ruang publik.

'Istilah ruang publik pertama kali diperkenalkan oleh filosof Jerman, Jürgen Habermas yang diartikan sebagai ruang bersama, di mana para anggota masyarakat dapat berdiskusi dan berdebat, baik melalui tatap muka ataupun melalui media, mengenai masalah-masalah publik. Pada 2006, Habermas secara khusus menulis tentang agama di ruang publik,' katanya.

Media menjadi ruang publik, para penganut agama justru semakin mudah memasuki ruang publik dan ikut serta membicarakan masalah-masalah bersama dari sudut pandang agama. Selain menghadirkan agama di ruang publik, sebagian tampilan media juga menantang nilai-nilai agama. Masalah ini tidak hanya membuat para tokoh agama cemas, tetapi juga mendorong para ilmuwan untuk menelitinya.

Rektor IAIN Kudus Dr. Mudzakir M.Ag sangat mengapresiasi hal ini. Menurutnya, pada tahun 2015 lalu, Prof. Mujiburrahman sudah mampu berfikir jauh mengenai realita zaman pada tahun 2019 ini. Media telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manusia sekarang. Hal ini berpengaruh pada gaya hidup manusia seluruhnya.

'Ini kajian yang luar biasa. Apa yang Prof Mujiburrahman sampaikan di tahun 2015 ternyata terjadi di tahun ini,' katanya.

Direktur Pascasarjana IAIN Kudus, Dr H Abdurrohman Kasdi Lc MSi menyampaikan, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta berasal dari mahasiswa pascasarjana dan dosen IAIN Kudus. Kegiatan ini untuk menjembatani seluruh Civitas Akademika, dosen dan mahasiswa dalam menambah wawasan terkait agama, media, dan imajinasi dalam pandangan sufisme dan ilmu sosial kontemporer.

“Selain itu untuk mengarahkan orientasi  Mahasiswa, sehingga kuliah S2 orientasinya tidak hanya karir semata, melainkan lebih pada otientasi Akademik” pungkasnya. (Editor-Yusi Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Related Posts: