102 Dosen IAIN Kudus Ikuti Seminar Proposal Penelitian BOPTN 2020

Blog Single

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus, adakan Seminar Proposal Penelitian  yang diikuti sebanyak 102 dosen dengan pengajuan 58 judul penelitian melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) 2020, di Aula Rektorat Lantai 3, pada Ahad (29/09/2019).

Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mundakir, M. Ag, menjelaskan bahwa dosen-dosen yang mengikuti penelitian ini, tidak sekedar ritual (red: praktik) saja, namun lebih jauh agar hasil penelitian nantinya mampu bermanfaat untuk sivitas akademik dan masyarakat pada umumnya.

“Kegiatan penelitian ini, harus mengarah pada kegiatan spiritualitas juga. Karena mampu berkontribusi dalam pengembangan agama,” ungkap beliau yang juga menjadi reviewer seminar proposal.

Yang terpenting dalam penelitian ini, nantinya benar-benar berkualitas secara metodologi atau pun teori. Lanjut beliau, agar dalam diskusi-diskusi yang ada, memiliki data yang terukur dan valid. Sehingga hasil penelitian tersebut menjadi berbobot.

“Secara pemikiram, konsep maupun teori, dapat disumbangsihkan untuk kampus. Karena para penelitian akan memiliki wawasan luas dan kemanfaatan,” tutur beliau.

Selaku Kepala LPPM IAIN Kudus, M. Dzofir menjelaskan, kegiatan Seminar Proposal Penelitian BOPTN 2020 ini, sebagai bentuk komitmen LPPM IAIN Kudus dalam peningkatan kualitas penelitian dosen dan menerapkan tri dharma perguruan tinggi.

“Sebelum  masuk tahapan ini (seminar proposal), ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para dosen,” tutur beliau.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, tahapannya seperti seleksi plagiasi dengan turn it in dan review proposal oleh para reviewer nasional. Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, LPPM IAIN Kudus menerapkan model seleksi secara online melalui sistem Litapdimas.

“Saya berharap, melalui tahapan seleksi yang ketat ini, dapat dihasilkan penelitian yang berkualitas kedepannya,” jelas beliau.

Sebagai peneliti, Aat Hidayat menuturkan bahwa seminar proposal ini sebagai ajang untuk mempresentasikan proposal penelitian kita di hadapan reviewer. Tahapan ini bagus untuk menguji seberapa matang rencana penelitian yang akan dilakukan, baik dari sisi ilmiah-akademis (konten) maupun dari sisi administrasi (anggaran, RAB).

“Jika lolos, maka proposal kita siap diimplementasikan dalam penelitian,” jelas beliau.

Melalui kegiatan ini, beliau berharap, penelitiannya akan menghasilkan karya berupa artikel dan buku plus HKI sebagai pengakuan dari karya yang kita hasilkan. (Salam/Humas IAIN Kudus)

Share this Post: 102 Dosen IAIN Kudus Ikuti Seminar Proposal Penelitian BOPTN 2020" class="social-icon si-borderless si-facebook" onclick="javascript:window.open(this.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=300,width=600');return false;" target="_blank" title="Share on Facebook">