Ribuan Pecinta Shalawat Padati Kampus Timur IAIN Kudus, Gus Nasih: Dakwah Agama Islam Harus Disertai Rahmat

Blog Single

Ribuan mahasiswa dan pecinta shalawat Habib Ali Zainal Abidin bin Assegaf dan Az-Zahir asal Pekalongan, penuhi  Lapangan Olahraga Kampus Timur IAIN Kudus, pada Ahad (22/09/2019). Dalam acara Racana IAIN Kudus Bersalawat dan Reuni Akbar Firdasuna (Forum Silaturohmi Alumni Racana Robi`ah al Adawiyyah Sunan Kudus).

Turut hadir dalam acara, Wakil Rektor III Dr. H. Ihsan, M. Ag, Gus Nasih (KH. Sa`adudin Annasih), alumni Racana IAIN kudus, dan para tamu undangan yang ikut andil dalam meramaikan acara shalawat akbar.

Gus Nasih selaku penceramah dalam kegiatan tersebut mengingatkan, seluluruh jamaah dalam berdakwah harus disertai dengan rahmat dan kasih sayang. Agama Islam ini sebenarnya digambarkan oleh Nabi Muhammad sebagai agama yang mudah. Menurut bahasa santri, agama Islam itu jangan ditampilkan dengan cara yang menegangkan, akan tetapi menampilkan agama dengan cara yang mudah.

“Jika sudah mudah jangan dipersulit, jika sudah mudah jangan dipermudah lagi,” jelas beliau.

Apa yang dikatakan oleh ulama ahli tasawuf, menginginkan agar dakwah Islam itu dapat diterima dengan baik. Lanjut beliau, dakwah jika disertai dengan rahmat, maka dakwah itu menjadi mengajak, merangkul dan seterusnya. Dakwah Islam menjadi kuat, ketika di sana rahmat dan kasih sayang ini ditampilkan oleh juru bicara agama Islam (red; penceramah) seluruhnya.

Banyak sekali jubir-jubir Islam di luar sana yang notabene tidak lagi mencerminkan agama Islam, mereka malah menjadikan Islam ini menjadi agama yang menegangkan. Karena setiap orang jika sudah matang keimanannya dan sudah mapan keislamannya, dia tidak akan goyah dengan kondiis yang ada di luar sekitarnya.

“Sebagai generasi muda, selayaknya untuk menjadikan Islam ini semakin cerah. Dengan menampilkan ajaran Islam yang tawasud, yang dapat memanusiakan manusia. Karena Rasulullah di dalam mengembangkan misi dakwah ini, juga tidak lepas dari peran para pemuda,” jelas beliau yang juga menjadi alumni pascasarjana IAIN Kudus.

Tidak jauh berbeda dengan Gus Nasih, Dr. H. Ihsan, M. Ag, juga memberikan pesan, bahwa dalam keseharian, kita harus berhati-hati dalam berkata-kata (red: berbicara). Banyak kasus atau persoalan yang merebak, akibat perkataan yang sering terlontar dan membuat salah satu pihak menjadi merugi atas perkataan yang ada.

“Hati-hati dengan kata-katamu, karena kata-kata itu akan menjadi kebiasaanmu. Dan hati-hatilah dengan kebiasaanmu, karena kebiasaan itu akan menjadi karaktermu,” tegas beliau. Dengan adanya pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus, akan mengkristal menjadi karakter.

Melalui Racana IAIN bersholawat, kita harapkan menjadi bagian utuh lembaga untuk membentuk karakter dan menguasai spiritualias sivitas dan mahasiswa untuk membiasakan kegiatan, tindakan, sikap dan perilaku yg baik dan benar.

“Semoga Racana semakin mampu menghadirkan program dan kegiatan yang semakin efektif dan produktif sesuai harapan masyarakat,” pungkas beliau. (Salam-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: