Buka PBAK 2019, Rektor IAIN Kudus: Mahasiswa Harus Kritis dalam Menerima Informasi

Blog Single

Ditandai dengan pemukulan Gong, Rektor IAIN Kudus Dr. Mundakir, M.Ag  didampingi  Wakil Rektor dan Dekan Fakultas IAIN Kudus, buka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di  Lapangan Kampus Timur, pada Kamis (08/08/2019).

Melekatnya istilah mahasiswa pada para peserta PBAK, Rektor IAIN memberikan tiga  pesan kepada mahasiswa, pertama diharapkan agar memposisikan diri sebagai layaknya mahasiswa yang memiliki sikap akademik, terutama dalam mengonsumsi derasnya informasi melalui  media sosial.

“Mahasiswa harus kritis dalam menerima informasi,  jangan langsung menerimanya,  harus melakukan check and balances,” pesan Rektor IAIN Kudus.

Pesan kedua yaitu selama menjalankan studi, gunakan fasilitas yang ada di kampus sebagai sarana penunjang keakademisan mahasiswa. Perpustakaan baru di IAIN Kudus memiliki fasilitas lengkap dan nyaman. Diharapkan bisa digunakan dengan bijak dan dijaga dengan sebai-baiknya.

“Ketiga, mahasiswa harus ikuti kegiatan kemahasiswaan mulai dari dewan mahasiswa, senat mahasiswa, hingga unit kegiatan mahasiswa sesuai dengan bakat dan minat kalian,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan dari pra-PBAK hingga PBAK dilaporkan oleh Wakil Rektor III, bahwa selama pra-PBAK mahasiswa baru sudah menjalani screening dari segi administrasi dan wawasan tentang orientasi Islam Indonesia. Mahasiswa baru juga dibekali pemahaman mengenai kegiatan kemahasiswaan mengikuti technical meeting yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dan Staf Ahli Bupati Kudus, dengan tema “Revitalitas Integritas Mahasiswa dalam Menjaga Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara dengan Bingkai Islam Rahmatanlil ‘Alamin”.

“PBAK pada hari pertama memperkenalkan mahasiswa mengenai  pengetahuan tentang ke-IAIN-an  dimana mahasiswa dapat mengenal  institut , fakultas, dan prodi secara utuh,” terangnya.

Salah satu materi  yang tidak kalah penting adalah pengenalan terhadap kegiatan kemahasiswaan. Dimana mahasiswa dibekali pengetahuan sesuai dengan kompetensi, dapat mengasah potensi bakat dan minat mahasiswa. “Diharapkan mahasiswa baru menjadi generasi yang hebat dan bermartabat dengan aktif di kegiatan kampus,” pungkasnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: