Bingkai Islam Rahmatanlil ‘Alamin Kuatkan Pilar Agama dan Kebangsaan 3.112 Maba di PBAK 2019

Blog Single

Sebanyak 3.112 Mahasiswa Baru (Maba) IAIN Kudus Tahun 2019, ikuti Technical Meeting Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK)  di Lapangan Kampus Timur, pada Rabu (07/08/2019).

Jumah tersebut terdiri dari Fakutas Tarbiyah sebanyak 1.116 Maba, Fakutas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 779 Maba, Fakutas Dakwah dan Komunikasi Islam sebanyak 507 Maba, Fakutas Syariah sebanyak 318 Maba dan Fakutas Ushuluddin 371 Maba. PBAK akan diselenggarakan mulai hari Kamis sampai Sabtu (8-10 Agustus 2019) . Kegiatan ini sebagai bekal mahasiswa untuk menempuh dunia perkuliahan mendatang.

Tema yang diangkat dalam PBAK tahun ini yaitu “Revitalitas Integritas Mahasiswa dalam Menjaga Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara dengan Bingkai Islam Rahmatanlil ‘Alamin”. Tema ini dibedah oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, S.TP., M.Si., Staf Ahli Bupati Kudus Wahyu Haryanti, dan Wakil Rektor III IAIN Kudus Bidang Akademik dan Kemahasiswaan  Dr. H. Ihsan.

Jumeri menyampaikan, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, sangat diperlukan memiliki integritas pada diri. Mahasiswa IAIN Kudus wajib memiliki pribadi santun, berbudi dan tetap berpikir kritis. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan berkolaborasi dan mampu menyelesaikan masalah dengan memiliki sikap leadership.  Tidak hanya itu, mahasiswa mampu berfikir kreatif, terutama di era digital seperti ini.

“Hal ini bisa dibangun dan dilatih dengan mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus, ” sambungnya.

Wahyu Haryanti menambahkan, mengenai pembahasan pilar-pilar kebangsaan, mahasiswa nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan masa depan yang harus memiliki jiwa nasionalisme. Mahasiswa diminta untuk memperkokoh pondasi kebangsaan dengan mengamalkan 4 pilar kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tuggal Ika. Untuk melatih hal itu, maka diperlukan sikap yang mandiri dalam kehidupan.

“Mahasiswa jangan kaku, dalam kehidupan, mahasiswa mampu melihat dunia sekitar menjadi guru” pesannya.

Pada kesempatan terakhir Wakil Rektor III menyampaikan, rahmatanlil ‘alamin dalam konteks  Kudus dapat dilihat dari keberkahaan dan naungan dua sunan yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria. Selain itu beliau juga berpesan untuk dapat mempersiapkan masa depan yaitu terdapat dua kunci yaitu harus memiliki ilmu pengetahuan dan mengikuti kegiatan kemahasiswaan.

“IAIN Kudus memiliki 54 Organisasi Kemahasiwaan (OK)  dan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), jadi ikutilah sesui bakat dan minat yang dimiliki,” pesannya.

Dengan mengikuti kegiatan mahasiswa, diharapkan dapat menjadi alumni, sosok dan tokoh yang mencoba mengelaborasi ajaran Islam dengan prespektif rahmatanlil ‘alamin. “Mahasiswa IAIN siap jadi apapun, yang penting memberikan manfaat dan maslahat kepada umat dan masyarakat” pungkasnya. (Yusi-Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Related Posts: