SIDANG SENAT: Rektor IAIN Kudus bersama wakil rektor dan senat pada sidang senat terbuka wisuda XXV program sarjana dan wisuda VII program pascasarjana.

Blog Single

KUDUS - Peningatan kualitas pendidikan menjadi fokus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. Upaya ini dilakukan dengan beberbagai cara, seperti pembenahan program hingga peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
Hal ini disampaikan rektor IAIN Kudus Dr Mudzakir MAg saat memberikan sambutan pada sidang senat terbuka wisuda XXV program sarjana strata satu dan wisuda VII program pascasarjana strata dua, di GOR IAIN Kudus Sabtu (29/6) dan Minggu (30/6).
Menurutnya, kepercayaan masyarakat teradap IAIN Kudus terus meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pendaftar. Rencannya, tahun ini jumlah mahasiswa yang akan diterima di kampus ini mencapai 3.500 mahasiswa. Jumlah yang tinggi ini harus diimbangi dengan jumlah lulusannya. Untuk menyeimbangkan ini, IAIN telah membuat percepatan lulusan, sepeti dengan program KKN terintegrasi kompetensi.
'Program percepatan kelulusan IAIN Kudus ini membuat mahasiswa mampu mengintensifkan waktu selama kuliah, sehingga mahasiswa tidak boleh berlama-lama di kampus, delapan semester sudah selesai,' ungkapnya.
Program tersebut terwujud dengan adanya jumlah kelulusan yang naik, dari tahun 2018 sebanyak 1.371 mahasiswa, dan pada semester pertama tahun ini naik menjadi 1.512 mahasiswa. Untuk mengimbangi jumlah mahasiswa, IAIN Kudus membutuhkan tenaga pengajar yang cukup banyak. Saat ini sudah ada 270 dosen yang mengabdi mendidik para mahasiswa.
'71 dosen sudah bergelar doktor, untuk lainnya masih dalam proses pendidikan,' jelas Rektor.  
Adanya akselerasi program 5000 doktor, tentunya menjadi semangat para dosen untuk terus mengembangkan keilmuannya. Bahkan, sebagian dosen ada yang melanjutkan pendidikan strata tiga di Australia dan Timur Tengah.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr Supaat MPd menyampaikan, dari 1.512 mahasiswa yang mengikuti prosesi wisuda kali ini, ada 40 wisudawan yang lulus dengan jalur tahfidz. Mereka yang mengikuti wisuda hari pertama sebanyak 12 wisudawan dan pada hari kedua sebanyak 28 wisudawan.
'Wisudawan program tahfidz ini dari berbagai program strudi yang ada di IAIN Kudus,' terangnya.
Bupati Kudus M Tamzil dalam wisuda tersebut berpesan agar para lulusan IAIN Kudus dapat mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat. Dia juga meminta agar para wisudawan dapat kreatif dan inovatif sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
'Kami menyadari bahwa jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak seimbang dengan jumlah angkat kerja, oleh karena itu, mahasiswa harus berdaya saing, selain itu kreativitas juga menjadi salah satu kunci untuk ikut membangun bangsa dan menciptakan lapangan kerja,' katanya. (H76)

Share this Post:

Related Posts: