Prodi PAI Mendominasi Wisuda XXV Program Sarjana Strata 1 IAIN Kudus

Blog Single

Hari kedua pelaksanaan Wisuda XXV Program Sarjana Strata 1 dan Wisuda VII Program Pascasarjana Strata 2 periode Juni 2019, Supa’at Wakil Rektor I Bidang Akademik mengumumkan hasil Siding Senat Terbuka di Aula Olahraga Kampus Timur, pada Ahad (30/06/2019).

Wakil Rektor I Bidang Akademik menerangkan, pelaksanaan wisuda kedua ini difokuskan untuk Fakultas Tarbiyah. Yang dimana seluruh wisudawan Tarbiyah mencapai 719, dengan pembagian 553 prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), 69 wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), 79 wisudawan dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), dan 25 wisudawan dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

“Tingkat kelulusan tertinggi masih didominasi Prodi PAI, yang dimana prodi tersebut menjadi prodi yang paling banyak diminati oleh mahasiswa baru,” terang beliau.

Dari 719 wisudawan yang ada, lima wisudaan dengan dari Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi diraih Prodi PAI yang dipegang Neneng Kismiyati sebanyak 3,9. Lanjutnya, Muhammad Alfi Shofa A’yuna IPK 3,9 dari Prodi PBA, Vina Alviani IPK 3,87 dari Prodi PGMI, dan Faizah Rosyiyati Santika IPK 3,81 dari Prodi PIAUD.

“Tidak hanya prestasi melalui IPK tertinggi, wisuda periode Juni melalui jalur tahfidz untuk wisuda Fakultas Tarbiyah sebanyak 25 wisudawan,” jelas beliau.

Prestasi dengan nilai IPK tertinggi disambut baik oleh Rektor IAIN Kudus Mundakir, beliau menjelaskan, bagi mahasiswa dengan IPK tertinggi akan mendapatkan kemudahan dalam mendaftar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk lanjut program Pascasarjana (S3) sampai pada program Doktor (S3).

“Untuk IAIN Kudus kekurangan dosen, sehingga masih banyak membutuhkan dosen baru. Ini kesempatan untuk wisudawan terbaik agar mau  melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi,” terang beliau.

Fakta yang ada di lapang, di IAIN Kudus sendiri untuk dosen dan mahasiswa memiliki perbandingan yang cukup tinggi. Satu dosen mengajar mahasiswa yang berjumlah 75. Ini suatu pencapaiaan yang bagus, namun juga diimbangi dengan jumlah dosen yang harus ditambahkan.

“Pemerintah pusat telah menyediakan program 5.000 doktor, kesempatan itu pun langsung diikuti oleh 20 dosen di IAIN Kudus,” ungkap Mundakir.

Dengan jumlah mahasiswa yang meningkat, harapan dari civitas akademik IAIN Kudus dengan meningkatkan kinerja akademik untuk bisa mencapai akreditasi dengan nilai A. “Sembilan prodi akan diperiksa BAN PT, semoga bisa mendapatkan nilai A,” terang beliau. Akselerasi kelembagaan ini, semoga bisa memasuki era baru untuk menjadi UIN yang membanggakan di wilayah pantura. (Salam/Humas IAIN Kudus).

Share this Post: " class="social-icon si-borderless si-facebook" onclick="javascript:window.open(this.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=300,width=600');return false;" target="_blank" title="Share on Facebook">