Hari Pertama Wisuda di IAIN Kudus, M. Tamzil (Bupati Kudus) Sapa Wisudawan

Blog Single

Datang dalam pelaksanaan Wisuda XXV Program Sarjana Strata 1 dan Wisuda VII Program Pascasarjana Strata 2 periode Juni 2019, Bupati Kudus Muhammad Tamzil menyapa wisudawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN ) Kudus.  Turut hadir jajaran Forkopinda atau yang mewakili, semua stakeholder dan para tamu undangan wisuda di Aula Olahraga Kampus Timur, pada Sabtu (29/06/2019).

Muhammad Tamzil menuturkan, keinginan untuk bisa datang dalam pelaksanaan wisuda begitu kuat, walau pun jadwal kegiatan yang ada sangat padat. “Kami tetap kekeh untuk bisa hadir dalam pelaksanaan wisuda, walau pun hari ini acara yang ada begitu padat,” jelasnya.

Beliau sangat berbahagia bisa berdiri di depan 793 wisudawan dan wisudawati yang berhasil menyelesaikan perkuliahan sesuai program studi yang didalami. Eratnya hubungan anatar pemerintah kabupaten dan civiatas akademik IAIN Kudus, beliau mendukung ketik suat saat IAIN kudus bisa beralih menjadi universitas. Karena beliau mengetahui perkembangan kampus mulai dari STAIN sampai saat ini (red: IAIN) semakin meningkat. “Saya yakin IAIN kudus bisa menjadi universitas, tanda-tanda menjadi universitas pun sudah ada dan kami sangat mendukungnya,” ungkap beliau.

Apa yang ada di IAIN kudus, tentunya relevan dengan ciri khas Kota Kudus yang religius, cerdas, dan sejahtera. Mengembangkan IAIN Kudus menjadi pusat pembelajar Islam di Kudus. Lanjutnya, keberadaan IAIN tidak hanya berdiri secara fisik dengan wujud kampus, tetapi lebih dari itu, keberadaan IAIN mampu membawa aura positif di Kabupaten Kudus. Terutama mengembangkan keilmuan dan dapat menjadi khoiru ummat.

Sebagai warga Kudus, tentunya tak boleh melupakan ciri khas kota yang dikenal dengan Gusjigangnya. “Wisudawan setelah lulus mendapatkan ijazah orientasinya jangan hanya menjadi PNS saja, namun juga bisa menjadi seorang wirausahawan,” jelas beliau. Kota Kudus sebagai kota Gusjigang, sehingga berdagang atau usahanya jangan sampai ditinggalkan.

Apresiasi yang baik tak hanya hadir dari Bapak Bupati Kudus,  Mundakir Selaku Rektor IAIN Kudus menuturkan, melihat perjuangan mahasiswa sampai pada titik akhir perkuliahan (red: diwisuda) menjadi kebanggaan tersendiri. Wisuda tentunya menjadi kabar gembira setiap orangtua yang telah berjuang untuk melanjutkan putra-putrinya agar mampu bersekolah sampai di perguruan tinggi.

“Seluruh civitas akademika IAIN Kudus selalu mendoakan para wisudawan, supaya ilmu yang diperoleh dan dipelajari selama di kampus bermanfaat dan menjadi orang yang berkompeten dalam masyarakat,” jelas beliau.

Mahasiswa yang diamanahkan untuk dididik di IAIN Kudus tidak lah sedikit. Beliau menjelaskan, sebanyak 13.506 mahasiswa telah menjadi keluarga besar kampus. Minat masyarakat setiap tahun semakin meningkat. “Dari tahun 2018 sampai pada 2019 mengalami kenaikan,” ungkap beliau.

Lanjut beliau, banyaknya mashasiswa yang masih berada di kampus, sesuai dengan peraturan yang baru, mahasiswa semester sembilan harus sudah wisuda. “Program percepatan kelulusan IAIN Kudus tidak boleh berlama-lama di kampus, delapan semester sudah selesai,” ungkap beliau. Program tersebut terwujud dengan adanya angka kelulusan yang naik, dari 1371 (tahun 2018) menjadi 1512 di tahun ini.

Untuk membinan banyaknya mahasiswa, tentunya pihak kampus membutuhkan tenaga pengajar yang cukup banyak. 270 dosen yang ada di IAIN Kudus selalu ikhlas mengabdi untuk bersama-sama dalam mendidik para mahasiswa.

“71 dosen sudah bergelar doktor, untuk lainnya masih dalam proses pendidikan,” jelas Rektor.  Adanya akselerasi program 5000 doktor, tentunya menjadi semangat para dosen untuk terus mengembangkan keilmuannya. “Ada sebagian dosen yang melanjutkan study S3 di Australia dan Timur Tengah,” pungkas beliau. (Salam/Humas Kampus).

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: