Latgab Perti XIV IAIN Kudus Jadikan Wadah Nasionalisme Pemuda Milenial

Blog Single

Latihan Gabungan (Latgab) Perguruan Tinggi (Perti) XIV se-Jawa dan NTB yang diselenggarakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, adakan seminar nasional yang bertemakan “Peran Pandega di Era Milenial”, di Aula SBSN Lantai Satu, Kamis, (27/06/2019). Seminar tersebut menjadi salah satu acara penting dalam Latgab yang sedang diselenggarakan.

Dua narasumber yang cukup kondang di kalangan pramuka dan anak muda Jawa Tengah, beliau adalah Dzunuwanus Ghulan Manar selaku Andu Bina Satuan Kwartil Daerah Jawa Tengah dan Sinung N Rachmadi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah.

Dzunuwanus Ghulan Manar menjelaskan, Pandega yang berkarakter di era milenial saat ini harus bisa jujur disegala sisi. Seperti identitas di media sosial harus menggunakan identitas asli, bukan “bodong”. Alamat email dan semua sosial media menggunakan nama dan identitas asli. “Jiwa pramuka yang seperti itu akan memiliki pribadi yang baik, jujur, dan tidak menutupi sesuatu,” terang beliau

Lanjut beliau, karakteristik milenial memiliki tanda-tanda seperti pelibatan teknologi dalam segala aspek kehidupan, produktif dan efesien, komunikasi dan pandangan yang terbuka, dan inovasi. Karakteristik tersebut perlu di miliki oleh Pandega.

Tak hanya itu, penguasaan teknologi informasi harus didukung dengan karakter kuat seorang pramuka pandega (orientasi kepada tugas, negara, dan nilai-nilai bersama). Sehingga mampu bermanfaat untuk kehidupan diri dan bangsa.

“Teknologi dan perkembangan zaman adalah alat dan sasaran mencapai tujuan di era milenial sekarang,” terang Kak Manar.

264 pandega yang terbagi dari 52 Pangkalan (red: Perguruan Tinggi) antusias ikuti kegiatan tersebut. Tak hanya Kak Manar yang memberikan arahan dalam latihan gabungan, Sinung N Rachmadi tak kalah ramai untuk menyemangati seluruh peserta yang hadir.

Sebelum jauh menjelaskan materi mengenai kepemudaan dan era milenial, Kak Sinung mengintruksikan untuk seluruh peserta menuliskan satu kata yang bisa menjadi perubahan bagi pemuda sekarang. “Banyak peserta dan mereka memiliki pemikiran berbeda-beda mengenai satu kata untuk perubahan pemuda. Itulah pemikiran pemuda, memiliki perbedaan untuk menyelesaikan suatu persoalan,” jelas beliau.

Kak Sinung menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini, pemuda menjadi peranan penting. Pemuda harus tanggap dengan informasi yang sedang hangat diperbincangkan. Jangan sampai informasi-informasi yang sering di angkat di koran dan televisi belum kita ketahui. Hidup di zaman dengan kesediaan informasi yang mencukup, jangan sampai tertinggal informasi sedikit pun.

“Pemuda saat ini harus memiliki kepekaan sosial, agar mampu menumbuhkan rasa peduli antar sesame,” jelas beliau. Pemuda yang memiliki pemikiran baik adalah yang mampu menyajika kegiatan dialogis, berdiskusi dalam memecahkan persoalan.

 “Kerja kolektiflah seperti tawon, yang mampu menghasilkan hal bermanfaat secara bersama-sama,” terangnya.

Untuk lebih menguatkan karakter pemuda, juga perlu memiliki wawasan dan pendidikan politik yang memadai, agar mampu memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Pertumbuhan pemuda saat ini cukup besar, dimana pemuda pada posisi usia produktif. “Tentunya perlu upaya untuk menumbuhkan sikap nasionalisme dan cinta kepada tanah air bagi pemuda atau pandega,” pungkas beliau. (Salam/Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: