Melaksanakan Audit Internal Dokumen Reformasi Birokrasi, IAIN Kudus Perkuat Birokrasi Kampus

Blog Single

Perkuat birokrasi kampus, civitas akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, melaksanakan Audit Internal Dokumen Reformasi Birokrasi  di Aula Rektorat Lantai 3, pada Senin (24/06/2019). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Kepala Biro AUKA, tim auditor, dan peserta audit internal.

Kepala Biro AUKA IAIN Kudus, Karsa Sukarsa selaku tim pelaksana mengatakan, seluruh Kasubbag dan sebagian pegawai dilingkungan kampus IAIN Kudus mengikuti audit internal sesuai dengan kriteria yang sudah diberikan. Audit ini untuk  langkah awal dalam mengevaluasi dan meningkatkan kinerja reformasi birokrasi yang dilaksanakan di IAIN Kudus.

“Ada delapan matrik reformasi birokrasi area perubahan yang akan diauditkan,” jelas Kepala Biro AUKA IAIN Kudus.

Beliau melanjutkan, delapan matrik tersebut meliputi, manajemen perubahan, penataan hukum dan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penguatan tata laksana, penataan sistem SDM aparatur, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dokumen RB diuji langsung oleh tim auditor (Asesor)  yang disiapkan langsung dari internal kampus. Auditor akan memberikan catatan dan kekurangan yang terukur, sehingga akan memperbaiki kualitas kerja untuk mencapai reformasi birokrasi yang lebih baik,” ungkapnya

Rektor IAIN Kudus Mundakir menuturkan, rangkaian reformasi birokrasi ini sebagian sudah berjalan di civitas akademik IAIN Kudus. Meliputi  SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) yang dilaksanakan di Pusat Kementerian dan di masing-masing satker (satuan kerja) yang sudah dilakukan, rangkaian reformasi maklumatkan tentang zona integritas, dan digitalisasi arsip.

 “Digitalisasi arsip itu juga penting. Pada Rabu (19 Juni 2019), saya mendampingi empat orang (red: tim) yang mengikuti pelatihan digitalisasi arsip yang dilaksanakn oleh Badan Arsip Nasional di Yogjakarta. Ada dua aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari digitalisasi yang difungsikan pada penguatan IT dan kearsipan data,” tutur beliau.

Rektor IAIN Kudus menambahkan, reformasi birokrasi kampus tidak akan mampu naik, manakala penataan arsipnya kurang sempurna. Semua saling berkaitan untuk menuju reformasi birokrasi. Harapannya melalui audit yang dilakukan, mampu mengubah mindset, mengubah perilaku dan mengubah karakter kita dalam berbirokrasi kampus yang baik. (Salam/Humas IAIN Kudus)

Share this Post:

Gallery Foto

Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1Gallery Thumb 1

Related Posts: