Halal Bi Halal Kuatkan Fitrah Akademis IAIN Kudus

Blog Single

Momen Halal bi Halal di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus dihadiri oleh pimpinan, dosen, pegawai dan keluarga besar IAIN Kudus, di Gedung Olahraga Kampus Timur, Senin (10/06/2019). Jumlah yang hadir dalam kegiatan Halal bi Halal sebanyak 334 orang, belum termasuk keluarga yang ikut menghadiri kegiatan tersebut. Pada kesempatan pertemuan silaturahim kali ini, untuk menekankan kefitrahan akademis kampus. 

Rektor IAIN Kudus, Mundakir menuturkan, pelaksanaan Halal bi Halal IAIN Kudus ini menjadi perekat semua pihak di civitas akademis. Pelaksanaan ini untuk menyatukan visi yang sama, yaitu membesarkan dan memajukan kampus IAIN Kudus. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan Halal bi Halal untuk kembali kepada fitrah akademis IAIN Kudus.

“Kita seharusnya sibuk untuk berdiskusi akademis tentang perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan agama untuk menjawab problematika persoalan masyarakat saat ini. Bukan sibuk untuk membicarakan politik praktis yang ada di kampus,” tegas Rektor IAIN Kudus.

Beliau bersyukur dengan adanya pelaksanaan Halal bi Halal di tahun 2019 ini, karena pelaksanaan di tanggal 6 Syawal sama dengan yang dilaksanakan oleh Ir. Sukarno Presiden RI dalam mengenalkan Halal bi Halal di tahun 1948 bersama KH. Wahab Chasbullah.

“Dulu Ir. Sukarno ingin menjadikan suasana bangsa yang lebih kondusif akibat para elit politik dan tokoh bangsa yang sedang terpecah belah. Atas usul dari KH. Wahab Chasbullah untuk mengadakan acara bersama, yang digaungkan oleh kiai dengan sebutan Halal bi Halal yang mencerminkan bangsa Indonesia dan Islam,” ungkap beliau.

Adanya momen yang sama tersebut, rektor IAIN Kudus berharap agar suasana kampus pun menjadi kondusif dan nyaman dalam menjalankan tugas keakademisan. Beliau menyarankan untuk menguatkan porsi diskusi di semua fakultas. Agar tak ada lagi diskusi politik praktis yang selalu beredar di grup whatsAap.

“Seperti yang sudah dilakukan di Fakultas Ushuludin, semua fakultas pimpinannya harus aktif dalam mengembangkan diskusi. Para pimpinan fakultas harus mengadakan diskusi akademis, agar terbiasa untuk melaksanakan diskusi secara langsung maupun melalui grup-grup whatsAap,” terang Mundakir.

Jika kita sudah bisa mengembangkan keilmuan maupun persoalan akademis melalui diskusi, lanjutnya, maka kita sudah berhasil kembali pada fitrah akademis. Namun ketika belum bisa mengadakan diskusi-diskusi tersebut, berarti di Idul Fitri ini belum bisa kembali ke fitrah akademis atau dunia kampus sepenuhnya.

Nor Hadi, Selaku Ketua Panitia Halal bi Halal dan Wakil Rektor II IAIN Kudus mengatakan, diawal Syawal ini kita jadikan suasana semangat untuk memperkuat dan  mempercepat dalam memajukan lembaga birokrasi kampus IAIN Kudus.  

“Tak kalah penting, kita harus menyiapkan akreditasi yang saat ini sudah dirancang. Semoga kita semua bisa mengantarkan akreditasi yang menjadi lembaga kita lembaga yang baik di mata stakeholder IAIN Kudus,” ungkapnya.

IAIN Kudus adalah lembaga yang sedang bertransformasi, oleh karena itu membutuhkan semangat bekerja kita semuanya. Lanjutnya, lembaga IAIN Kudus harus semakin kondusif dan semakin baik. Bisa menciptakan suasana kerja yang lebih aman dan nyaman. “Hindari pemikiran yang sekiranya mengganggu langkah kerja kita, karena semua akan mengganggu kinerja kita di mata Kementerian Agama di Jakarta Pusat,” pungkas Nor Hadi. (Salam/Humas IAIN Kudus)

Share this Post: " class="social-icon si-borderless si-facebook" onclick="javascript:window.open(this.href, '', 'menubar=no,toolbar=no,resizable=yes,scrollbars=yes,height=300,width=600');return false;" target="_blank" title="Share on Facebook">