Sarasehan Jurnalistik Bekal Santri untuk Berdakwah

Blog Single

Pentingnya kompetensi menulis bagi para santri di zaman melenial, Ma’had Al- Jami’ah IAIN Kudus bersama Suara Merdeka mengadakan Gerakan Satri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2019. Kegiatan tersebut diadakan di gedung perpustakaan lantai empat, pada Selasa (14/05/2019).

Dihadiri langsung oleh Gunawan Permadi (Pimpinan Redaksi Suara Merdeka), Sajad (Kabid Humas Kominfo Kabupaten Kudus), Supa’at (Wakil Rektor satu IAIN Kudus), dan Abd. Wahib Syakour (Pengasuh Ma’had Al- Jami’ah IAIN Kudus).

Sebanyak 114 peserta dari santri Ma’had Al- Jami’ah turut hadir untuk belajar cara menulis yang baik dan benar. Wahib Syakour Pengasuh Ma’had Al- Jami’ah mengatakan, dengan adanya kegiatan gerakan santri menulis mampu meningkatkan kreativitas dari para santri yang hadir.

“Kami bersyukur, karena baru pertama kali mendapatkan pelatihan menulis. Dan yang mengisi pelatihan ini langsung dari wartawan senior Suara Merdeka, dari orang yang sudah mumpuni di bidang penulisan,” tuturnya.

Jumlah santri di ma’had ini mencapai 363, terbagi dari  98 santri putra dan 265 santri putri. Dengan diadakannya acra ini mampu membuka wawasan dan cakrawala dalam menulis bagi santri. Selain itu kelak bisa menjadi bekal dalam berdakwah.

Ada amanah dari Rektor IAIN Kudus Bapak Mundakir, yang harus dijalankan di ma’had ini. Menyantrikan mahasiswa agar melahirkan cendekiawan muslim, baik di internal maupun sampai nasional. “Acara gerakan satri menulis begitu tepat untuk mewujudkan amanah tersebut,” tuturnya.

Muhammad Abi Ya’sub sebagai peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pelatihan menulis. Ia mengatakan, sebagai santri wajib memiliki bekal dalam dunia kepenulisan. Ketika santri sudah terjun di masyarakat, tidak hanya melalui ceramah semata, namun juga bisa dengan menulis.

Santri harus siap menjadi media pengantar bagi para kiai. Karena ngendikan, cerita, dan apa saja dari para kiai InsyaAllah akan bermanfaat bagi seluruh umat. “Sebelumnya saya belum pernah ikut kegiatan seperti ini. Kesan pertama dalam mengikuti acara ini pun sangat luar biasa, karena belajar jurnalistik itu menarik dan menantang,” pungkasnya.

 (Salam/Humas)

Share this Post:

Related Posts: